
DPD Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Provinsi Jawa Timur turut memeriahkan Harlah MBI yang ke 71, WBI yang ke 53, Pemuda Buddhaya yang ke 45, dan Wulan Bahagia Jawa Timur yang ke 18 dengan menghadiri pemutaran film dokumenter Ashin Jinarakkhita: Jejak Langkah Sang Pelopor di Nusantara di Cinema XXI Ciputra World Surabaya pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Film dokumenter ini mengajak para peserta menelusuri perjalanan hidup, perjuangan, dan warisan Yang Ariya Mahasthavira Ashin Jinarakkhita, Sang Pelopor Kebangkitan Agama Buddha di Indonesia. Bhante Suryanadi Mahathera memberikan kesaksian hidup tentang perjuangan dan semangat beliau dalam mengembangkan agama Buddha di nusantara. Lebih dari sekadar kegiatan menonton bersama, momentum ini menjadi refleksi akan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat toleransi, serta menghargai keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Pengunjung diajak memahami nilai-nilai luhur Dharma yang menekankan cinta kasih (mettā), welas asih (karuṇā), kebijaksanaan (paññā), serta semangat mengabdi demi kemajuan agama, bangsa, dan negara.
Nilai-nilai yang diwariskan Ashin Jinarakkhita mengajarkan bahwa perbedaan merupakan anugerah yang harus dirawat melalui dialog, saling menghormati, dan semangat hidup berdampingan secara damai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua DPD GEMABUDHI Jawa Timur, Friski Fernando, S.E., M.M. bersama Sekjen Pemuda Tridharma Indonesia, Herman Setiadi, berharap kegiatan ini semakin mempererat hubungan antar organisasi, sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun umat Buddha yang bijaksana, berintegritas, terbuka, dan mampu menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Pembimas Buddha Jawa Timur, Bapak Ketut Panji Budiawan, S.H., S.Ag., M.M. juga mengharapkan semangat persatuan umat Buddha di Jawa Timur agar dapat terpelihara dengan baik. Umat Buddha dapat memperkuat nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan kehidupan yang harmonis, baik di lingkungan internal umat Buddha maupun dalam menjalin persaudaraan lintas agama. Beliau juga berdoa semoga KBI semakin maju dalam mengembangkan Buddha Sasana.
Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa persatuan, solidaritas, dan sikap saling menghormati merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, memperkokoh persaudaraan lintas organisasi dan lintas agama, serta bersama-sama mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis, dan sejahtera.