Ketua Umum GEMABUDHI: Tokoh Pemimpin Buddhis Inspiratif

Jakarta, 25 Juli 2026 — Ketua Umum DPP GEMABUDHI sekaligus Ketua Komisi XII DPR-RI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., mendorong kader-kader GEMABUDHI untuk terus membangun kapasitas diri, meningkatkan kepekaan, dan berani mengambil peran dalam berbagai ruang pengabdian.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Bambang dalam sesi sharing bersama kader GEMABUDHI. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai proses kepemimpinan, kaderisasi, pengembangan kapasitas, public speaking, hingga pentingnya kemampuan membaca situasi dalam kehidupan organisasi.

Menurut Dr. Bambang, kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Seorang pemimpin harus melalui proses panjang, terus belajar, memperluas wawasan, serta berani mengambil kesempatan untuk berkembang.

Ia menekankan bahwa kepercayaan diri perlu dibangun bersama kapasitas. Kemampuan berbicara di depan publik, misalnya, tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga membutuhkan persiapan, pengetahuan, latihan, dan pengalaman.

“Jangan berhenti berproses. Banyak belajar, banyak membaca, sering tampil, dan berani mencoba. Kapasitas tidak datang dengan sendirinya,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam sesi sharing tersebut.

Selain pengembangan kapasitas, Dr. Bambang juga menyoroti pentingnya kepekaan dan sikap tanggap dalam kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin perlu mampu membaca situasi, memahami kebutuhan di sekitarnya, serta mengetahui kapan harus mengambil inisiatif dan merespons persoalan.

Ia juga mengingatkan bahwa proses kaderisasi merupakan bagian penting dalam membentuk generasi pemimpin. Organisasi tidak hanya menjadi ruang untuk berkumpul, tetapi juga tempat bagi kader untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun jaringan, dan mempersiapkan diri untuk mengambil peran yang lebih besar di masa depan.

Dalam sharing tersebut, Dr. Bambang turut membagikan pengalaman perjalanan dirinya dalam membangun kemampuan berbicara dan mengembangkan kapasitas. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan kepemimpinan dan public speaking dapat terus dilatih melalui proses yang konsisten.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik serta kemampuan mengelola ego. Menurutnya, seorang pemimpin perlu tetap terbuka, rendah hati, dan mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan situasi serta konsekuensinya.

Melalui sesi sharing ini, kader-kader GEMABUDHI diharapkan semakin memahami bahwa proses organisasi merupakan bagian penting dari perjalanan pembentukan karakter dan kepemimpinan.

GEMABUDHI terus berkomitmen menjadi ruang kaderisasi bagi generasi muda Buddhis untuk belajar, bertumbuh, meningkatkan kapasitas, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan umat Buddha.

Berproses, bertumbuh, dan berkontribusi.

About the Author

Leave a Reply

You may also like these