GEMABUDHI Bangka Belitung Gelar Musda VII, Dorong Transformasi Kepemimpinan Muda

BANGKA BELITUNG, 19 September 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GEMABUDHI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII pada Sabtu (19/9/2026) di Aula Kuti Puri Tri Agung.

Mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan Muda Buddhis Berakar pada Dhamma, Berdampak bagi Daerah,” Musda VII menjadi momentum penting bagi konsolidasi kader, penguatan organisasi, sekaligus proses regenerasi kepemimpinan muda Buddhis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pembukaan Musda VII dihadiri Ketua Umum DPP GEMABUDHI Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., yang saat ini juga menjabat sebagai Kapoksi DPR RI Komisi XII. Turut hadir Pembimas Buddha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Penyelenggara Bimas Buddha Kabupaten Bangka Sarjono, S.Ag., Ketua PD Permabudhi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Charlie Sendrabudi, S.Pd.B., M.M., Penyelenggara Bimas Buddha Kota Pangkalpinang Misno, S.Ag., M.M., serta Penasehat DPD GEMABUDHI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Endro Lukito, S.Ag.

Dalam sambutannya, Bambang Patijaya menegaskan bahwa Musda VII memiliki posisi penting dalam perjalanan dan keberlanjutan organisasi GEMABUDHI. Menurutnya, GEMABUDHI tidak hanya menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda Buddhis, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menopang keberlanjutan organisasi di atasnya, yaitu Permabudhi.

“GEMABUDHI merupakan tonggak dalam berjalannya organisasi di atasnya, yaitu Permabudhi,” ujar Bambang.

Bambang menilai keberadaan GEMABUDHI tidak dapat dilepaskan dari peran aktif generasi muda Buddhis dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Karena itu, kader GEMABUDHI didorong untuk tidak berhenti pada aktivitas internal organisasi, tetapi mampu mengambil peran lebih luas melalui berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, serta kolaborasi lintas organisasi.

Kader muda dituntut bukan hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kapasitas sebagai individu.

Bambang berharap proses kaderisasi GEMABUDHI mampu melahirkan generasi muda yang kuat secara organisasi, memiliki kualitas personal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semoga kader-kader GEMABUDHI berikutnya bisa menjadi pemuda organisasi yang kuat dalam berorganisasi, menjadi individu yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia di masa yang akan datang, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat di daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” harapnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam Musda VII. Regenerasi kepemimpinan tidak hanya dipandang sebagai proses pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu melanjutkan kerja organisasi secara berkelanjutan.

Musda VII DPD GEMABUDHI Bangka Belitung juga menjadi ruang konsolidasi bagi para kader untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, membahas kebutuhan organisasi, serta merumuskan arah program dan kepemimpinan ke depan.

Dengan tema yang diusung, GEMABUDHI Bangka Belitung menempatkan nilai-nilai Dhamma, kepemimpinan, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam proses transformasi organisasi.

Kepemimpinan muda Buddhis yang dibangun diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan organisasi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan membaca tantangan masyarakat di tingkat daerah.

Dari Bangka Belitung, Musda VII menjadi bagian dari proses panjang untuk menyiapkan generasi muda Buddhis yang mampu membawa organisasi bergerak lebih adaptif, kolaboratif, dan berdampak.

Bagi GEMABUDHI, regenerasi bukan sekadar melanjutkan kepengurusan. Regenerasi merupakan investasi organisasi untuk memastikan nilai, semangat pengabdian, dan kontribusi generasi muda Buddhis tetap tumbuh serta relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

About the Author

Leave a Reply

You may also like these