
JAKARTA — Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar ruang berkumpul. Mereka membutuhkan ruang untuk bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas, dan membangun kolaborasi lintas perbedaan. Semangat inilah yang dihadirkan dalam Festival Kebudayaan Pemuda 2026 yang diselenggarakan Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Buddhis Indonesia (DPP GEMABUDHI) bersama Soka Gakkai Indonesia dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.Berlangsung pukul 13.00–18.30 WIB di Gedung Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia, festival ini mempertemukan siswa, mahasiswa, pemuda, aktivis, serta tokoh kepemudaan lintas iman dan nasional dalam sebuah ruang dialog yang memadukan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan ekspresi budaya.
Salah satu agenda adalah talkshow inspiratif yang menghadirkan Bambang Patijaya sebagai tokoh pemuda politik, Gugun Gumilar selaku Staf Khusus Kementerian Agama, serta Associate Professor Devi sebagai akademisi bidang kreatif. Kehadiran para narasumber memberikan perspektif beragam mengenai pentingnya keterlibatan pemuda dalam kehidupan publik, penguatan kapasitas kepemimpinan, dan pemanfaatan kreativitas untuk menjawab tantangan zaman.

Festival ini juga menempatkan budaya sebagai medium komunikasi antargenerasi dan antaridentitas. Penampilan instrumen Koto, Genderang Langit, dan Dynamic Dance menghadirkan pengalaman budaya yang memperkaya perjumpaan peserta sekaligus menegaskan bahwa keberagaman merupakan sumber inspirasi bagi kreativitas dan kehidupan bersama.
Puncak kegiatan diwujudkan melalui pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Pemuda Nusantara bersama organisasi kepemudaan lintas iman, yaitu DPP GAMKI, PP Pemuda Katolik, GEMA PAKTI, DPP PERADAH, HIKMAHBUDHI, dan DPP GEMABUDHI. Momentum ini menegaskan pentingnya mengubah dialog menjadi komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang harmonis, inklusif, dan berdaya.
Pemuda Nusantara
I Menjunjung Tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa +
II Menempatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa +
III Menjadi Generasi Muda yang Demokratis, Kritis, Bertanggung Jawab, dan Berintegritas +
IV Mencintai Indonesia Melalui Karya, Ilmu Pengetahuan, Kreativitas, dan Pengabdian +
V Menjadi Generasi Penerus yang Berani, Bersatu, Berkarakter, dan Bertanggung Jawab +
Dari persatuan kita bergerak bersama.
Dari pemuda, masa depan Nusantara dibangun.
Kegiatan turut didampingi oleh Prof. Philip Kuncoro, Yenny Wahid, unsur Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, serta jajaran organisasi lainnya. Antusiasme peserta sepanjang acara memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap kegiatan yang menghubungkan wawasan, kebudayaan, dan persaudaraan lintas iman.
Festival Kebudayaan Pemuda 2026 menjadi pengingat bahwa pemuda bukan sekadar penerus bangsa, melainkan juga aktor yang berperan dalam membentuk masa depannya. Melalui dialog yang terbuka, kreativitas yang bertanggung jawab, dan kolaborasi lintas iman, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi Nusantara.




